Posted by: jamunastiti | January 15, 2011

AKU DAN SINOM

Sinom adalah bagian daun asam yang masih muda. Sebagai Flora dia telah menawan hatiku sejak lama. Hanya bentuk mudanya yang berhargakarena menghasilkan minuman bening yang segar luar biasa, masam-sepatnya,ringan, khas menggoda. Dalam sosok manusianya dia pun manis belia, lucu dan lincah dengan spirit kemudaannya.

Karena itu walau dia telah ada sejak ratusan lalu aku yakin sinom, yang memakai nama samaran Si Nona, bakalan nyambung diajak berbincang tentang pengalamankku memperkenalkan minuman herbal tradisional ke tengah kawula muda di tempat yang baru.

“ Bentuk outletnya sudah ‘Back to nature’ banget. Ada tulisan minuman saritoga yang di ikuti “ item minuman perjenus yang sudah dikenal masyarakat seperti beras kencur, kunir asem, dsb. Kok orang-orang, apalagi yang muda-muda pada nanya kita menawarkan apa? jualan apa?” jelasku panjang lebar

“ Cara majangnya kali yang bikin mereka bingung…!” Sahut Si Nona medhok

“ Mereka gak tau mbak Intan mau jualan apa. Apakah gudeg, dawet, serabi, atau lainnya”

“Anggap aja mereka tidak sempat membaca tulisan itu. Tapi botol-botol berlabel berisi jamu kan sudah turut dipajang. Nyatanya mereka belum ngeh juga . Mereka lebih familiar dengan milk shake, juice sintetis ataupun minuman bersoda”. Dahi klimis Si Nona sedikit berkerut, turut tercenung. Lanjutku,

“ Ada yang sukses menjual sinom dengan rasa strawberry, apel atau blueberry” Tak kusangka Si Nona terlonjak

Ups, jangan! Sebagai modifikasi sih oke. Tapi dengarkanlah bisik relung hatiku. Aku ingin dikenal secara utuh. Emangnya manusia suka jika jati dirinya dikenal setengah-setengah? Pelawak Sule dengan jiwa Dian Sastro, Irfan Bachdim dengan jiwa Olga Syahputra, atau malah mbak Intan dengan konten Limbat !” Cerocos Si Nona berapi-api sampai wajah imutnya jadi berkeringat.

“ Astaga Non, sampai segitunya….Aku Cuma bercerita !” gumamku menahan senyum. Seandainya Si Nona tahu aku tuh senang banget jika jasadku terisi kekuatan Limbad.

Pastu seru jadinya !

Dan kekutan itu bisa kugunakan untuk ngerjain dia habis-habisan !

“ Mbak Intan !” Aku terhenyak dengan suara panggilan Si Nona yang tegas.

“ Berpikirlah untuk memberi kami kesempatan !” Sorot mata gadis itu penuh harap dan keyakinan.

“ Dengan kekuatan dan khasiatku sendiri aku bisa tampil sepede strawberry atau apel.  Kehadiranku yang sekejap akan bisa memberi banyak arti…”  Mata bening Si Nona mulai berkaca-kaca. Segera kusentak tanngan kurusnya.

“ Tidak perlu terlalu melankolis. Kau tahu keyakinan dan keberpihakanku. Aku bangga pada minuman herbal….TRADISIONAL ! Rasa original, khasiat selangit, ramuan asli pribumi !”

“ Tapi kesayangan kalian…”

“ Yup ! Akan kubuat orang menoleh mencoba, untuk jatuh cinta !”

Si Nona melenggang, melangkah penuh asa. Di mataku nampak kian cantik, namun aku lebih suka melihatnya seperti itu. Percaya diri, lincah dan gembira !

-Red-


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: